Riset Kompetitor di Shopee: Framework, Tools, dan Data yang Harus Dimonitor

BAIK Digital ·

Jawaban Singkat

Riset kompetitor di Shopee bisa dilakukan dengan dua lapisan: data yang terlihat secara publik (harga, review count, jumlah terjual, judul produk, gambar, dan voucher) dan data tambahan dari tools pihak ketiga (keyword ranking, estimasi revenue, trend pencarian). Yang paling penting bukan mengumpulkan semua data — tapi tahu mana yang actionable. Lima hal yang harus selalu dimonitor: harga dan promo structure, keyword yang mereka optimalkan, review yang menyebut kelemahan, volume terjual untuk estimasi market share, dan perubahan konten listing.

Riset kompetitor yang baik bukan tentang meniru kompetitor — tapi tentang menemukan celah yang belum mereka isi, kelemahan yang bisa Anda jadikan keunggulan, dan sinyal market yang menunjukkan di mana demand sedang tumbuh.

Di Shopee, banyak data ini tersedia secara publik kalau Anda tahu harus melihat ke mana.

Layer 1: Data yang Terlihat Langsung di Shopee

Harga dan promo structure: lihat tidak hanya harga jual, tapi bagaimana mereka menyajikannya. Apakah pakai harga coret? Bundling apa yang mereka tawarkan? Voucher toko berapa? Free shipping threshold-nya berapa? Ini memberikan gambaran tentang pricing strategy dan margin yang mereka punya.

Jumlah terjual per SKU: Shopee menampilkan total terjual di halaman produk. Ini adalah proxy untuk volume — bukan sempurna karena tidak tahu dalam berapa lama terjualnya, tapi cukup untuk perbandingan relative antar kompetitor. SKU dengan angka terjual tinggi adalah sinyal produk yang ada demand-nya.

Review dan rating: bagian yang paling underutilized dalam riset kompetitor. Baca review negatif kompetitor — ini adalah data langsung tentang apa yang tidak memuaskan pembeli di kategori Anda. Review negatif tentang packaging, delivery time, kualitas produk, atau pelayanan adalah informasi positioning yang sangat berharga. Kalau kompetitor punya 1.000 review dan 200 di antaranya mengeluhkan ukuran yang tidak sesuai, Anda punya sudut serangan yang konkret.

Foto dan konten listing: lihat foto pertama mereka — ini yang paling penting karena menentukan CTR dari halaman pencarian. Apa yang mereka highlight? Benefit apa yang ditampilkan pertama kali? Perhatikan juga foto lifestyle vs foto produk, apakah mereka pakai infografis, dan bagaimana mereka menyajikan ukuran/spesifikasi.

Deskripsi dan keyword: lihat kata kunci apa yang dipakai di judul produk dan di awal deskripsi. Ini memberikan petunjuk tentang keyword apa yang mereka prioritaskan untuk Shopee SEO.

Layer 2: Tools untuk Data yang Lebih Dalam

Beberapa tools pihak ketiga yang bisa membantu riset kompetitor Shopee dengan lebih sistematis:

Shopee sendiri — fitur pencarian dan filter: cukup underrated. Search keyword kategori Anda, sort by “Terlaris” — ini adalah sinyal produk dengan highest conversion di keyword tersebut. Produk yang muncul di halaman 1 dengan judul yang menyertakan keyword = indikasi mereka sudah mengoptimasi SEO listing untuk keyword itu.

ShopeeScraper / tools analitik marketplace: beberapa tools menawarkan estimasi revenue toko, keyword ranking, dan analisis listing. Gunakan sebagai panduan, bukan sebagai angka pasti.

Google Trends + Google Search: untuk melihat tren pencarian di luar Shopee — keyword yang naik organik di Google biasanya juga naik di Shopee. Berguna untuk identifikasi kategori produk yang sedang growing sebelum saturasi.

Framework Analisis: Lima Pertanyaan yang Harus Dijawab

Setelah mengumpulkan data, jawab lima pertanyaan ini untuk setiap kompetitor utama:

1. Di mana mereka kuat? SKU mana yang jadi best seller mereka? Apa yang membuat listing mereka perform — harga, foto, review volume, atau voucher? Identifikasi area di mana mereka sudah membangun competitive advantage yang sulit dikalahkan dalam waktu dekat.

2. Di mana mereka lemah? Review negatif tentang apa? Varian atau ukuran apa yang tidak mereka cover? Segmen pembeli mana yang tidak mereka targetkan dengan konten mereka? Ini adalah celah potensial.

3. Apa yang belum ada di kategori ini? Pertanyaan yang lebih sulit tapi paling valuable — melihat yang tidak ada, bukan yang sudah ada. Kebutuhan pembeli yang belum diartikulasikan oleh siapapun di kategori adalah blue ocean yang paling profitable.

4. Bagaimana struktur harga di kategori ini? Ada cluster harga di mana? Apakah ada gap antara produk murah dan premium? Di mana positioning terbaik yang belum diisi?

5. Apa tren yang sedang naik di review mereka? Kalau dalam 3 bulan terakhir ada peningkatan review yang menyebut benefit tertentu (misalnya: “lebih nyaman dari yang sebelumnya”, “cocok untuk travel”), itu adalah sinyal market yang bisa Anda jadikan angle komunikasi lebih awal dari kompetitor.

Seberapa Sering Harus Riset Kompetitor?

Riset mendalam (semua layer) bisa dilakukan setiap kuartal atau saat ada perubahan signifikan di kategori — seperti pemain baru yang masuk dengan volume besar, perubahan harga market, atau momen ramai seperti 11.11 atau 12.12 yang sering mengubah landscape harga.

Monitoring ringan (harga, promo baru, perubahan listing utama kompetitor) lebih efektif dilakukan mingguan — idealnya oleh tim yang memang bertanggung jawab atas akun Shopee brand.

Relevan untuk Siapa?

Relevan kalau: brand Anda sudah berjualan di Shopee dan ingin memahami posisi kompetitif di kategori; Anda merasa produk sudah bagus tapi penjualan stagnan padahal kompetitor terus tumbuh; atau Anda ingin menemukan gap pasar sebelum meluncurkan SKU baru.

Belum relevan kalau: brand Anda belum berjualan di Shopee sama sekali; atau masih di tahap sangat awal sebelum ada produk yang siap listing.

Butuh Analisis Kompetitor Shopee untuk Brand Anda?

BAIK Digital adalah performance ads strategic partner berbasis Jakarta yang membantu brand retail Indonesia mengidentifikasi gap di kategori mereka, menemukan positioning yang belum diambil kompetitor, dan mengubah data Shopee menjadi keputusan listing dan pricing yang konkret. Dengan pengalaman menangani 16+ brand retail aktif, kami tahu pola mana yang konsisten berhasil di pasar Indonesia.

Dapatkan Free Brand Audit →

Pertanyaan yang Sering Muncul

Bagaimana cara melihat data penjualan kompetitor di Shopee?

Shopee menampilkan total terjual di halaman produk — ini adalah data publik yang bisa dilihat langsung. Untuk estimasi revenue, kalikan total terjual dengan harga jual sebagai proxy kasar. Untuk data yang lebih detail seperti trend penjualan atau estimasi bulanan, tools pihak ketiga seperti analitik marketplace bisa membantu — tapi verifikasi dulu apakah masih mendukung Shopee Indonesia karena landscape tools ini berubah cepat.

Keyword apa yang harus diperhatikan saat riset kompetitor Shopee?

Perhatikan keyword di judul produk kompetitor terlaris (sort by “Terlaris” di halaman pencarian), keyword di 2–3 kalimat pertama deskripsi mereka, dan hashtag atau tag produk yang mereka gunakan. Keyword yang muncul konsisten di listing dengan volume terjual tinggi adalah sinyal keyword yang sudah terbukti convert di kategori itu.

Bagaimana cara menemukan kelemahan kompetitor dari review mereka?

Filter review bintang 1–3 kompetitor terlaris dan baca keluhan yang paling sering muncul. Kalau ada pola — misalnya banyak yang mengeluh ukuran tidak sesuai, kemasan mudah rusak, atau respon CS lambat — itu adalah gap yang bisa Anda jadikan keunggulan eksplisit di listing dan komunikasi brand Anda.

Apakah ada tools gratis untuk riset kompetitor Shopee?

Data publik Shopee sendiri sudah sangat berguna — halaman produk, jumlah terjual, review, dan halaman toko bisa diakses gratis. Google Trends gratis dan berguna untuk melihat tren kategori. Untuk tools analitik lebih dalam, sebagian besar yang cukup reliable berbayar. Mulai dari data gratis yang sudah tersedia sebelum investasi ke tools berbayar.

Seberapa sering harus melakukan riset kompetitor?

Riset mendalam setiap kuartal cukup untuk sebagian besar brand. Monitoring ringan (harga, promo utama, perubahan listing) lebih efektif dilakukan mingguan — terutama menjelang dan sesudah event besar marketplace seperti 11.11 atau 12.12 di mana kompetitor sering mengubah strategi harga dan bundle mereka.

Bagaimana cara menentukan harga yang tepat setelah riset kompetitor?

Jangan langsung ikuti harga kompetitor — analisis dulu di mana cluster harga di kategori Anda dan apakah ada gap yang belum diisi. Posisi harga harus konsisten dengan positioning brand: kalau Anda mau bermain di premium, harga yang terlalu mirip kompetitor budget bisa merusak persepsi. Sebaliknya, kalau Anda bersaing di value, harga harus cukup kompetitif tapi tetap menjaga gross margin yang sehat.

← Kembali ke semua artikel Diskusi strategi dengan BAIK Digital →