Cara Audit Google Ads Sendiri dalam 60 Menit
Audit Google Ads mandiri bisa dilakukan dalam 60 menit dengan memeriksa 10 area kritis: struktur campaign, keyword dan negative keyword, Quality Score, bidding strategy, conversion tracking, asset iklan, audience, budget pacing, search term report, dan landing page. Temukan kebocoran sebelum budget makin banyak yang terbuang.
Akun Google Ads yang tidak pernah diaudit itu seperti laporan keuangan yang tidak pernah diperiksa — angkanya ada, tapi kamu tidak tahu mana yang sehat dan mana yang bermasalah. Audit rutin bukan pekerjaan yang perlu agency mahal — dengan checklist yang benar, kamu bisa lakukan sendiri dalam satu jam.
Persiapan: Buka Tab yang Diperlukan
Sebelum mulai, buka:
- Google Ads Manager di akun kamu
- Google Analytics 4 (kalau sudah terhubung)
- Google Merchant Center (kalau punya Shopping Ads)
- Google Search Console (untuk data branded search organik)
Set rentang tanggal audit ke 30 hari terakhir — cukup representatif tanpa terlalu panjang.
Area 1: Struktur Campaign (5 menit)
Pertanyaan yang perlu dijawab:
- Apakah setiap campaign punya satu objective yang jelas?
- Apakah branded keyword terpisah dari non-branded?
- Apakah remarketing terpisah dari prospecting?
- Apakah ada campaign yang overlapping (bersaing dengan dirinya sendiri)?
Red flag: Semua produk dalam satu campaign, atau branded dan non-branded keyword di ad group yang sama. Ini membuat optimasi granular hampir tidak mungkin dilakukan.
Tindakan: Catat campaign yang perlu direstruktur. Tidak perlu langsung fix semuanya — prioritaskan yang paling besar spend-nya.
Area 2: Keyword dan Negative Keyword (10 menit)
Cek keyword:
- Buka tab Keywords → filter keyword dengan “low search volume” → pertimbangkan pause atau ganti
- Lihat keyword mana yang paling banyak spend tapi tidak ada konversi → kandidat untuk pause atau bid reduction
- Lihat keyword mana yang punya konversi tapi impression share-nya rendah → kandidat untuk bid increase
Cek negative keyword:
- Apakah ada negative keyword list? Kalau tidak ada, ini masalah besar
- Berapa banyak negative keyword? Akun yang sehat biasanya punya setidaknya 50-200 negative keyword aktif
- Apakah ada negative keyword yang salah dan memblokir traffic yang seharusnya relevan?
Red flag: Tidak ada negative keyword list sama sekali, atau negative keyword kurang dari 20-30 kata.
Area 3: Quality Score (5 menit)
Quality Score (1-10) adalah indikator relevansi iklanmu. Skor rendah berarti CPC lebih mahal untuk posisi yang sama.
Cara cek:
- Di tab Keywords, klik kolom “Columns” → tambahkan kolom “Quality Score”, “Expected CTR”, “Ad Relevance”, “Landing Page Experience”
- Filter keyword dengan Quality Score di bawah 5 → ini perlu perhatian
- Identifikasi komponen mana yang rendah: CTR, Ad Relevance, atau Landing Page Experience
Tindakan per komponen rendah:
- CTR rendah → revisi ad copy, perbaiki headline agar lebih compelling
- Ad Relevance rendah → pastikan keyword dan ad copy memiliki tema yang sama
- Landing Page Experience rendah → perbaiki relevansi dan kecepatan landing page
Area 4: Bidding Strategy (5 menit)
- Apakah bidding strategy sudah sesuai dengan fase kampanye?
- Apakah campaign dalam status “Learning”? Kalau sudah lebih dari 4 minggu masih “Learning”, ada yang salah
- Apakah target ROAS atau CPA yang di-set realistis berdasarkan data historis?
- Apakah ada bid adjustment yang sudah tidak relevan (misalnya device bid adjustment dari bertahun lalu)?
Red flag: Target ROAS yang sangat jauh dari historis rata-rata, atau campaign stuck di “Learning” lebih dari sebulan.
Area 5: Conversion Tracking (10 menit)
Ini adalah area paling kritis. Semua keputusan optimasi bergantung pada akurasi data konversi.
Cek dasar:
- Buka Tools → Conversions → pastikan ada setidaknya satu konversi “Purchase” atau “Transaction” yang aktif
- Klik konversi tersebut → lihat “Conversion Source” dan “Tracking Status”
- Status harus “Recording conversions” — bukan “No recent conversions” atau “Tag inactive”
Cek lanjutan:
- Apakah ada double counting? Kalau ada dua atau lebih konversi yang sama-sama track “purchase”, kemungkinan besar ada double count
- Apakah nilai konversi sudah ditrack (dynamic value)? Penting untuk kalkulasi ROAS yang akurat
- Lakukan test purchase untuk verifikasi konversi terpicu dengan benar
Red flag: Tidak ada konversi “Purchase” yang aktif, atau angka konversi di Google Ads sangat berbeda dari data aktual penjualan.
Area 6: Asset Iklan (5 menit)
Untuk Search Ads:
- Apakah semua Responsive Search Ads (RSA) punya rating “Good” atau “Excellent”?
- Apakah ada cukup variasi headline (idealnya 10-15 headline) dan deskripsi (3-4)?
- Apakah semua Ad Extensions sudah diisi? Sitelinks, Callouts, Structured Snippets, Call Extension
Untuk Shopping/PMax:
- Kualitas asset di Merchant Center — lihat product feed health, ada berapa item yang disapproved?
- Untuk PMax, apakah semua asset group punya gambar, video, dan copy yang lengkap?
Red flag: RSA dengan rating “Poor”, tidak ada ad extensions, atau banyak produk disapproved di Merchant Center.
Area 7: Audience (5 menit)
- Apakah ada remarketing list yang aktif? Kalau tidak ada, kamu kehilangan salah satu opportunity terbesar
- Berapa besar ukuran remarketing audience? Di bawah 1.000 user, audience terlalu kecil untuk digunakan efektif
- Apakah Customer Match list sudah diupload? Email database pelanggan existing adalah aset berharga untuk targeting
- Apakah ada Audience Observation yang diaktifkan? Penting untuk collect data demografi dan interest dari converter
Area 8: Budget Pacing (3 menit)
- Apakah ada campaign yang sering “Limited by budget”? Ini berarti budget habis sebelum hari selesai, dan kamu kehilangan opportunity
- Apakah ada campaign yang hampir tidak spend? Bisa jadi karena bid terlalu rendah, keyword tidak relevan, atau audience terlalu sempit
- Apakah distribusi budget antar campaign sudah proporsional dengan performance?
Tindakan: Campaign dengan “Limited by budget” dan ROAS bagus adalah kandidat untuk budget increase. Campaign yang tidak spend mungkin perlu dimatikan atau direstruktur.
Area 9: Search Terms Report (10 menit)
Ini adalah “laporan jujur” Google Ads — menunjukkan apa yang benar-benar dicari orang sebelum klik iklanmu.
- Buka Keywords → Search Terms
- Sort berdasarkan Cost (dari tertinggi)
- Identifikasi pencarian yang tidak relevan → tambahkan sebagai negative keyword
- Identifikasi pencarian yang relevan dan convert → tambahkan sebagai keyword baru
- Lihat apakah ada brand kompetitor yang muncul secara tidak diinginkan
Ini adalah area di mana banyak akun menemukan “kebocoran” yang tidak disadari. Sangat umum menemukan 20-40% budget habis di pencarian tidak relevan.
Area 10: Landing Page (5 menit)
- Buka URL landing page dari beberapa iklanmu → apakah halamannya masih live dan relevan dengan iklan?
- Cek kecepatan loading dengan Google PageSpeed Insights → skor mobile di bawah 50 perlu perhatian
- Apakah CTA (tombol beli, add to cart) terlihat jelas di above the fold (tanpa scroll)?
- Apakah ada mismatch antara janji di iklan vs isi di landing page?
Red flag: Landing page yang redirect ke homepage, loading lebih dari 3 detik di mobile, atau tidak ada CTA yang jelas.
Ringkasan: Prioritaskan Temuan
Setelah selesai audit, kategorisasi temuan ke tiga level:
Critical (fix dalam 24 jam): Conversion tracking bermasalah, tidak ada negative keyword sama sekali, campaign dengan budget besar tapi tidak ada konversi sama sekali.
Important (fix dalam minggu ini): Quality Score rendah di keyword utama, tidak ada remarketing, landing page tidak relevan.
Nice to have (fix bulan ini): Optimasi asset iklan, tambah audience signal, restruktur campaign yang berantakan.
Kesimpulan: Audit Rutin adalah Asuransi Budget
Satu jam audit sebulan sekali bisa menghemat jutaan rupiah yang terbuang di keyword tidak relevan, bidding yang salah, atau tracking yang bermasalah. Ini bukan pekerjaan glamor, tapi hasilnya sangat nyata.
BAIK Digital melakukan audit serupa ini untuk setiap klien secara rutin — dan hampir selalu ada temuan berarti, bahkan di akun yang sudah berjalan dengan baik. Karena Google Ads adalah sistem yang hidup dan terus berubah, bukan set-and-forget.
FAQ
Seberapa sering sebaiknya audit Google Ads dilakukan? Minimal sebulan sekali untuk review menyeluruh. Untuk monitoring dasar (budget pacing, conversion tracking, performance metric utama), sebaiknya dicek setiap minggu. Akun dengan budget besar (di atas Rp5 juta/hari) idealnya dicek 2-3x per minggu.
Apakah ada tool gratis yang bisa membantu proses audit? Ya. Google Ads sendiri punya fitur “Recommendations” dan “Performance Planner”. Google Tag Assistant untuk verifikasi tracking. Google Analytics 4 untuk analisa user behavior post-click. Semua ini gratis dan sudah cukup untuk audit mandiri yang solid.
Bagaimana kalau tidak punya akses ke semua area yang disebutkan? Prioritaskan yang paling berdampak: conversion tracking, search terms report, dan negative keyword. Ketiga area ini sudah bisa menemukan dan memperbaiki mayoritas masalah yang bikin budget habis tanpa hasil.
Apakah perlu audit terpisah untuk PMax dan Standard Shopping? Ya. PMax punya mekanisme yang berbeda — terutama asset group health, audience signal, dan apakah PMax tidak “kanibal” Shopping atau branded Search. Standard Shopping bisa di-audit dengan checklist umum di artikel ini.
Apakah hasil audit mandiri sudah cukup atau tetap perlu review dari expert? Audit mandiri bagus untuk maintenance rutin dan menemukan masalah yang obvious. Tapi untuk akun yang kompleks atau ketika performa tidak membaik meski sudah diaudit, perspektif dari someone yang berpengalaman dengan berbagai akun dan industri bisa menemukan sesuatu yang mungkin terlewat sendiri.